ZONA TODAY SURABAYA — Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jawa Timur kian memasuki fase mengkhawatirkan. Memasuki pertengahan September 2026, data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menunjukkan sedikitnya lima kawasan pegunungan masih dikepung titik api aktif skala besar.
Kelima kawasan tersebut meliputi Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Kawi-Buthak, Gunung Argopuro, dan Gunung Lawu. Kondisi vegetasi yang mengering akibat puncak kemarau ditambah hembusan angin kencang menjadi faktor utama yang membuat kobaran api melompat dengan cepat.
Situasi paling krusial terpantau di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Area kebakaran di Gunung Bromo kini telah menghanguskan sedikitnya 200 hektare lahan vegetal. Titik api terpantau aktif menyebar di beberapa lokasi strategis seperti Pos Jemplang (Malang), Watu Gede, Gunung Kursi, hingga Blok Jantur di wilayah Desa Argosari, Kabupaten Lumajang.
- Catat Tanggalnya! FIFA ASEAN Cup 2026 Bergulir Akhir September, Indonesia Tuan Rumah Divisi 10
- Skandal Mafia Tanah BPN: Peran Jinak Muhammad Fakhry dan Rekor Hattrick Korupsi0
- Skandal HGB Bogor: Presdir Summarecon Agung Jadi Tersangka OTT KPK, Uang 20 Koper Disita0
- Sempat Hanyut di Perairan Bawean Usai Tugboat Tenggelam, 8 ABK Tongkang Berhasil Diselamatkan0
- Kebakaran Hutan Meluas, Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Total Mulai 12 September 20260
Laporan dari tim lapangan menyebutkan, kebakaran di Blok Jantur saat ini berstatus siaga satu lantaran jarak lidah api dilaporkan tinggal 3 kilometer saja dari garis permukiman padat warga desa setempat. Tim relawan dan petugas berpacu dengan waktu mengoperasikan alat manual untuk membuat parit penyekat api (firebreak).
Operasi Water Bombing Bromo Ditangguhkan
Upaya pemadaman jalur udara menggunakan helikopter pembom air (water bombing) milik BNPB yang direncanakan beroperasi di atas kaldera Bromo terpaksa ditangguhkan sementara waktu. Jarak pandang pilot yang sangat terbatas akibat kabut asap pekat serta turbulensi angin kencang dinilai terlalu berisiko untuk penerbangan rendah.
Akibat situasi tanggap darurat yang belum mereda ini, pihak Balai Besar TNBTS memastikan kebijakan penutupan total seluruh akses wisata Bromo dari empat pintu masuk (Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang) masih terus diberlakukan secara ketat.
Di tempat terpisah, luasan dampak kebakaran terbesar justru dicatatkan oleh Gunung Semeru dengan akumulasi kerusakan hutan mencapai 1.888,91 hektare di sektor barat Ranu Kumbolo. Sementara kebakaran hebat di Gunung Kawi-Buthak yang melahap 800 hektare lahan juga menyulitkan petugas darat akibat ketiadaan sumber air di sekitar puncak.
IKN Alihkan Sekolah ke PJJ Akibat Polusi Asap
Dampak karhutla ini ternyata tidak hanya melumpuhkan Jawa Timur. Secara nasional, BNPB mencatat kebakaran lahan di Kalimantan Barat menjadi yang terluas mencapai 48.535,73 hektare, disusul munculnya kembali titik api di kawasan Bukit Tengkorak dekat wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Pekatnya kabut asap sisa pembakaran di wilayah Kalimantan Timur bahkan memaksa pemerintah daerah mengambil langkah darurat dengan meliburkan aktivitas sekolah tatap muka. Proses belajar mengajar para siswa di kawasan terdampak kini dialihkan sementara waktu menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Masyarakat diimbau untuk terus mengenakan masker standar saat beraktivitas di luar ruangan dan dilarang keras melakukan aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan baru secara ilegal di tengah situasi kemarau ekstrem ini.
Tags/Hashtags:
#KarhutlaJatim2026
#KebakaranGunungBromo
#GunungSemeru
#DaruratKabutAsap
#BPBDJatim
#KebakaranHutan
#ZonaToday













