ZONA TODAY JAYAWIJAYA — Sebuah rekaman video berdurasi sekitar 50 detik mendadak viral di jagat maya. Video tersebut memperlihatkan aksi keji dan arogan dari salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga sebagai pelaku penembakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Papua Pegunungan.
Bukannya melarikan diri untuk bersembunyi, terduga pelaku yang berambut panjang dan memakai kalung tersebut justru menggunakan telepon genggam milik salah satu korban tewas, Wili Mbuik, untuk melakukan panggilan video (video call) berbasis WhatsApp kepada pihak keluarga korban di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam potongan video yang beredar luas, pria terduga pelaku itu tampak berbincang dengan kakak kandung korban, Minto Mbuik. Tanpa menunjukkan rasa penyesalan, pelaku bahkan terlihat tertawa dan sempat melontarkan kalimat mengejek.
- Tim UPN Mengabdi Gelar Pelatihan Smart Aquaculture Berbasis IoT di Desa Banjarsari Gresik0
- KAI Operasikan 9 KA Tambahan per 8 September, Ini Daftar Rute Lengkap Mudik Dadakan Akhir Pekan0
- Wajah Baru di Tepi Samudra: Ketika Ilmu Desain Mengubah Pantai Modangan Jadi Destinasi Impian0
- Respons PSSI Terkait Rumor Pemindahan Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 20260
- 209 Penerbangan Batuk Massal Akibat Erupsi Anak Krakatau, Ribuan Penumpang Telantar di Bandara!0
"Kau sudah makan? Tambah, mau tambah," ujar pria terduga pelaku tersebut di dalam rekaman.
Pihak keluarga yang terpukul mencoba mempertanyakan alasan mengapa adik mereka ditembak hingga tewas saat sedang menjalankan tugas pelayanan masyarakat. Di akhir percakapan, pelaku justru menuduh keluarga korban sebagai bagian dari pemerintahan sipil dengan menyebut, "Kamu orang Presiden ini, orang Prabowo."
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Berkat Video Call
Kecerobohan KKB yang melakukan panggilan video ini justru menjadi petunjuk emas bagi aparat penegak hukum. Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) 2026 mengonfirmasi bahwa mereka telah mengantongi identitas para pelaku berdasarkan pencocokan data digital dari video tersebut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa pelaku teridentifikasi berinisial PN dan KT. Keduanya merupakan anggota kelompok bersenjata yang memang sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian atas berbagai tindak kejahatan berat.
"Kami sudah mengidentifikasi, betul itu terduga pelaku. Ada dua kali melakukan video call menggunakan nomor telepon milik korban yang ponselnya dibawa lari oleh pelaku. Berdasarkan pencocokan database, inisialnya adalah PN dan KT," jelas Kombes Yusuf Sutejo pada Jumat (11/9).
Hingga saat ini, Satgas Damai Cartenz bersama aparat gabungan TNI-Polri telah melakukan penebalan personel di wilayah Wamena untuk mengejar PN, KT, dan anggota kelompok lainnya. Pihak kepolisian menegaskan akan mengambil tindakan tegas dan terukur jika para pelaku melakukan perlawanan saat proses penangkapan.
Tags/Hashtags: #PenembakanJayawijaya #KKBVideoCall #DamaiCartenz2026 #ASNJayawijaya #KriminalPapua #BeritaViral #Zonatoday













