- Sindikat Love Scamming di Dalam Rutan Kotabumi Terbongkar, Ratusan Tahanan dan Pegawai Diduga Terlib
- Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
- Polemik Pengadaan Chromebook Seret Nama Nadiem, Publik Soroti Proses Hukum
- Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jatim dan UNHASA Perkuat Kolaborasi Abdimas
- Berani Protes Juri, Josepha Alexandra Bongkar Dugaan Kejanggalan Nilai LCC di Depan Publik
- Kenaikan Yesus Kristus 2026 Jadi Momentum Refleksi dan Kebersamaan Nasional
- Signifikansi Analitik Data dalam Pengembangan Bisnis Properti Modern di Era Ketidakpastian Ekonomi
- Viral Jawaban Siswa Cerdas Cermat Empat Pilar Disalahkan Juri, MPR RI Sampaikan Permintaan Maaf
- 3 Klub Top yang Paling Sering Juara Liga Indonesia, Persib Bandung Jadi Sorotan
- Melampaui Pertumbuhan Nasional, BPIPI Kemenperin Beberkan Strategi Baru Industrialisasi di SCALE 202
Mahasiswa Asing di AS Gelisah di Tengah Tekanan dari Trump

Amerika Serikat dikenal memiliki sejumlah universitas unggulan yang menonjol dalam hal penelitian dan kebebasan akademik. Namun, langkah-langkah yang diambil Presiden AS Donald Trump, seperti melakukan razia di kampus, memberhentikan tenaga pengajar, menghentikan dana riset, serta menangkap mahasiswa yang menentang perang dan mendukung Palestina, telah menciptakan ketegangan di lingkungan kampus di seluruh AS.
Di Columbia University, salah satu perguruan tinggi terkemuka di New York, beberapa staf diberhentikan dan proyek riset dihentikan. Mahasiswa internasional di kampus tersebut kini dihantui ketakutan akan penangkapan dan deportasi.
Hashtag : #KampusASResah #MahasiswaInternasional #ColumbiaUniversity #TrumpPolicy #KebebasanAkademikTerancam











