- Tanggap Darurat Bencana di Aceh Diperpanjang, Kemendiktisaintek Lakukan Penyesuaian
- Kisah Hiburan TV Indonesia yang Ramai Dibicarakan, Program Favorit Kuasai Layar Kaca
- World Economic Forum 2026 di Davos Soroti Deklarasi Baru dan Tantangan Global Dunia
- Kasus Bobol Toko Gadai di Jakarta Selatan Jadi Sorotan, Aksi Pelaku Terekam dan Viral
- Peringatan Internasional Pertengahan Januari, Momentum Refleksi Isu Kemanusiaan dan Sosial Global
- Evaluasi 100Hari Pemerintahan Presiden Prabowo, Publik Soroti Arah Kebijakan dan Stabilitas Nasional
- Wardatina Mawa Akhirnya Bertemu Insanul Fahmi, Ajukan Dua Syarat Tegas sebagai Jalan Damai Rumah Tan
- Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian UMKM RI Wafat Usai Kecelakaan di Tol Tegal
- Dragon Ball Disebut Kena Sensor di Arab Saudi, Adegan Kera Besar Saiyan Jadi Sorotan
- Update Pesawat ATR Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak, Proses Pencarian Masih Berlangsung
Indonesia Sambut Kepemimpinan Filipina di ASEAN 2026, Dorong Kerja Sama Digital dan Etika Kecerdasan

Indonesia Dukung Filipina Pimpin ASEAN 2026, Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Digital dan Etika AI
Zona Today - Pemerintah Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap Filipina yang akan memegang keketuaan ASEAN pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam acara peringatan Hari Kemerdekaan ke-147 Republik Filipina yang digelar di Jakarta Pusat.
“Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya ucapkan selamat dan salam hangat kepada Filipina,” ujar Meutya dalam sambutannya.
- Kontak Senjata Kembali Terjadi, Prajurit TNI Tewas Ditembak OPM0
- Bollywood Berduka, Pesawat Air India Jatuh 0
- Sabar/Reza Tempati Posisi Runner-up di Indonesia Open 2025, Wakil Kuda Hitam Bikin Anomali0
- Terungkap! Jam Tangan Mewah untuk Timnas Bukan dari Uang Negara (APBN)0
- Enam Tim Lolos ke Ronde Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia0
Ia menekankan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Filipina telah terjalin kuat, tak hanya karena kedekatan geografis, tetapi juga sejarah panjang kerja sama dan semangat yang sama sebagai sesama negara pendiri ASEAN. Kedua negara, menurutnya, telah lama berjalan bersama memperjuangkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.
Meutya juga mengingatkan kontribusi penting Indonesia dalam proses perdamaian di Filipina, termasuk melalui Jakarta Accord pada 1996. Menurutnya, dukungan terhadap keketuaan ASEAN oleh Filipina adalah wujud dari solidaritas berkelanjutan yang telah terjalin erat.
"Indonesia mendukung penuh peran Filipina sebagai ketua ASEAN 2026, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis," ucapnya.
Dalam konteks era digital, Meutya menyoroti pentingnya kolaborasi kedua negara dalam teknologi dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang berlandaskan etika. Ia menilai bahwa kemajuan AI harus diiringi kerja sama yang kuat agar pengembangannya bertanggung jawab dan berorientasi pada kemanusiaan.
“Kita perlu menyambut AI dengan semangat kolaboratif dan kebijakan yang inklusif, agar inovasinya tetap etis serta didukung oleh riset dan pertukaran talenta,” tuturnya.
Menariknya, Meutya juga membagikan kisah pribadi yang mempererat kedekatannya dengan Filipina. Ia mengungkap bahwa ibunya mengandungnya selama sembilan bulan di Filipina, dan karena itu ia memiliki nama panggilan “Bing” di keluarga—nama khas Filipina. Ayahnya pun pernah menempuh pendidikan doktoral di Kota Los Baños.
“Filipina bukan hanya negara sahabat, tapi juga bagian dari kisah hidup saya,” ungkap Meutya.
Menutup pidatonya, Meutya menyampaikan harapan terbaik bagi masa depan Filipina dan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral.
Hashtag : #Zona #today #zonatoday.com #zonatoday #IndonesiaFilipina #ASEAN2026 #MeutyaHafid #TransformasiDigital #EtikaAI #KolaborasiDigital #HubunganBilateral #FilipinaMerdeka #zonatoday #BeritaASEAN #KeketuaanASEAN











