- Tanggap Darurat Bencana di Aceh Diperpanjang, Kemendiktisaintek Lakukan Penyesuaian
- Kisah Hiburan TV Indonesia yang Ramai Dibicarakan, Program Favorit Kuasai Layar Kaca
- World Economic Forum 2026 di Davos Soroti Deklarasi Baru dan Tantangan Global Dunia
- Kasus Bobol Toko Gadai di Jakarta Selatan Jadi Sorotan, Aksi Pelaku Terekam dan Viral
- Peringatan Internasional Pertengahan Januari, Momentum Refleksi Isu Kemanusiaan dan Sosial Global
- Evaluasi 100Hari Pemerintahan Presiden Prabowo, Publik Soroti Arah Kebijakan dan Stabilitas Nasional
- Wardatina Mawa Akhirnya Bertemu Insanul Fahmi, Ajukan Dua Syarat Tegas sebagai Jalan Damai Rumah Tan
- Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian UMKM RI Wafat Usai Kecelakaan di Tol Tegal
- Dragon Ball Disebut Kena Sensor di Arab Saudi, Adegan Kera Besar Saiyan Jadi Sorotan
- Update Pesawat ATR Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak, Proses Pencarian Masih Berlangsung
Harga BBM Seri Dex Naik, Konsumen Diimbau Siapkan Anggaran Lebih
Penyesuaian tarif untuk varian ‘diesel berkualitas’ oleh PT Pertamina (Persero) mulai berlaku secara nasional dan diperkirakan memberi dampak pada kegiatan transportasi dan logistik.

Zona Today - PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel berkualitas tinggi per 25 Oktober 2025. Varian Dexlite dan Pertamina Dex mengalami kenaikan antara Rp150 hingga Rp300 per liter, tergantung wilayah. Di beberapa daerah, harga Dexlite kini berkisar Rp13.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex menembus angka Rp14.000 hingga Rp14.600 per liter.
Penyesuaian ini dilakukan seiring naiknya harga minyak mentah dunia serta peningkatan biaya distribusi dan komponen energi global. Pertamina menyebut langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan serta kualitas produk diesel di seluruh Indonesia. Sementara itu, BBM jenis lain seperti Pertalite, Bio Solar, dan Pertamax masih dipertahankan di harga semula untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Kenaikan harga tersebut paling terasa di sektor transportasi dan logistik yang sangat bergantung pada kendaraan diesel. Pelaku usaha mengkhawatirkan adanya peningkatan biaya operasional yang dapat berdampak pada harga barang di tingkat konsumen. Meski begitu, beberapa analis menilai kebijakan ini tergolong moderat dibanding potensi kenaikan yang bisa lebih besar apabila harga minyak global terus melonjak.
- Lewat Sosialisasi Door to Door PMM Kampunganyar Dorong UMKM Melek Digital Marketing0
- Mahasiswa PMM Kampunganyar Angkat Potensi UMKM Lewat Redesign Packaging0
- Bangunan Pondok Pesantren di Sidoarjo Runtuh, Warga dan Santri Berduka0
- Ulang Tahun Prabowo Disorot Internasional, Simbol Pengakuan atas Kepemimpinan Indonesia0
- Hari Ulang Tahun Prabowo Subianto, Momentum Refleksi dan Doa untuk Pemimpin Bangsa0
Pemerintah dan Pertamina mengimbau masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan kebijakan energi dinamis ini. Salah satunya melalui efisiensi penggunaan kendaraan, perawatan rutin mesin agar pembakaran lebih optimal, serta mendorong penggunaan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin untuk menghindari kerusakan jangka panjang.
Dari sisi ekonomi makro, penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini bisa menjadi sinyal bahwa pasar energi nasional sedang menyesuaikan diri terhadap tekanan global. Fluktuasi nilai tukar, biaya impor, dan geopolitik internasional menjadi faktor yang turut memengaruhi harga jual dalam negeri.
Meski memunculkan kekhawatiran di masyarakat, kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri energi nasional dan keterjangkauan harga bagi pengguna akhir. Dengan langkah yang terukur, diharapkan dampaknya dapat diminimalkan tanpa mengorbankan stabilitas pasokan energi di tanah air.
Hashtag : #Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #HargaBBM #Dexlite #PertaminaDex #BBMNaik #EnergiNasional #Transportasi #Ekonomi2025 #KebijakanEnergi











