- Tim UPN Jatim Serahkan Sistem Aquaculture Cerdas ke Pokdakan Tirto Tani Banjarsari Gresik
- UPN Gelar Pelatihan Aquaculture Cerdas Berbasis IoT bagi Pokdakan Tirto Tani Banjarsari
- UPNJatim Awali Program Aquaculture Cerdas dengan Survei dan Penandatanganan IA di Banjarsari
- Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Ucapannya Usai Pengibaran Bendera Jadi Sorotan
- Pidato Prabowo Soal Pengupas Bawang Bikin Heboh, Rp700 Ribu atau Rp700 Per Kilogram?
- 16 Agustus 2026 Diperingati Hari Apa? Ini Daftar Momen Penting Menjelang HUT RI
- NTT Diguncang Gempa M7,7, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan BMKG
- Gempa NTT M7,7 Guncang Flores, Puluhan Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
- IHSG 10 Agustus 2026 Sempat Menguat, tapi Ditutup Turun: Saham Apa yang Masih Diburu Investor
- UPN Veteran Jatim Perkuat Branding Digital Sanggar Nampani lewat Website dan Konten Kreatif
Drama Adu Penalti! Swiss Singkirkan Kolombia dan Tantang Argentina di Perempat Final Pildun 2026

ZONA TODAY – Timnas Swiss memastikan satu tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kolombia melalui drama adu penalti dengan skor 4-3. Pertandingan babak 16 besar yang digelar di BC Place Stadium, Vancouver, Kanada, Selasa (7/7) waktu setempat atau Rabu (8/7) WIB berlangsung sengit selama 120 menit tanpa satu gol pun tercipta sebelum akhirnya ditentukan lewat titik putih.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim sama-sama tampil disiplin dan berhati-hati. Kolombia lebih banyak menguasai jalannya pertandingan serta beberapa kali mengancam melalui Luis Díaz dan Jhon Lucumí. Namun, kokohnya lini pertahanan Swiss yang dikawal Gregor Kobel membuat seluruh peluang tersebut gagal berbuah gol.
Swiss bukan tanpa kesempatan. Granit Xhaka dan rekan-rekannya berusaha membangun serangan secara sabar, tetapi rapatnya pertahanan Kolombia membuat laga berjalan dalam tempo tinggi dengan minim peluang bersih. Hingga waktu normal berakhir, skor tetap 0-0 dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.
- Pelatih dan Pemain Mesir Tuding Wasit Tak Adil Usai Disingkirkan Argentina, Kontroversi Piala Dunia 0
- Mental Juara Argentina Tak Terbendung! Sempat Tertinggal 2 Gol dari Mesir0
- Drama Berdarah di Dallas! Gol Spanyol Detik Akhir Hancurkan Mimpi Cristiano Ronaldo0
- Lautan Manusia Padati Qom, Ini Alasan Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Baru Digelar dan Bikin Dunia 0
- AS Dibantai Belgia! Seluruh Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Resmi Gugur, Impian Juara di Kandang Sirna0
Pada extra time, tensi pertandingan semakin meningkat. Kolombia nyaris memecah kebuntuan ketika sundulan Jhon Lucumí membentur mistar gawang, sementara Gregor Kobel kembali menunjukkan kualitasnya lewat sejumlah penyelamatan penting yang menjaga asa Swiss tetap hidup. Setelah 120 menit berlalu tanpa gol, pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak yang penuh tekanan tersebut, Swiss tampil lebih tenang. Meski Manuel Akanji gagal menjalankan tugasnya, kegagalan Davinson Sánchez yang tendangannya membentur mistar serta penyelamatan gemilang Gregor Kobel atas eksekusi Cucho Hernández menjadi titik balik pertandingan. Ruben Vargas kemudian maju sebagai penendang terakhir dan sukses menjalankan tugasnya untuk memastikan kemenangan Swiss dengan skor 4-3.
Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Swiss untuk kembali menembus babak perempat final Piala Dunia, sebuah pencapaian yang terakhir kali mereka raih pada edisi 1954. Lebih dari tujuh dekade kemudian, generasi baru Swiss berhasil menorehkan sejarah baru dengan menunjukkan ketangguhan, disiplin, dan mentalitas yang luar biasa di fase gugur.
Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengungkapkan rasa bangganya terhadap perjuangan seluruh pemain. Menurutnya, pergantian pemain yang dilakukan pada menit-menit akhir menjadi salah satu faktor penting yang mengubah jalannya pertandingan.
"The substitutions came at exactly the right time. They brought fresh energy, and that's what made the difference."
Yakin juga memuji kesabaran para pemainnya yang tetap disiplin menjalankan strategi meski Kolombia beberapa kali tampil lebih dominan. Baginya, kemenangan ini merupakan hasil dari kerja sama tim, bukan semata karena keberuntungan dalam adu penalti.
Sementara itu, Gregor Kobel menjadi salah satu sosok yang paling disorot usai pertandingan. Penampilannya sepanjang laga, ditambah satu penyelamatan krusial saat adu penalti, membuat penjaga gawang Borussia Dortmund tersebut layak dinobatkan sebagai pahlawan kemenangan Swiss.
Hasil ini membuat Swiss akan menghadapi juara bertahan Argentina di babak perempat final. Pertemuan tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik karena mempertemukan dua tim yang sama-sama lolos melalui perjuangan dramatis. Argentina sebelumnya bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menyingkirkan Mesir, sementara Swiss menunjukkan ketenangan luar biasa dalam adu penalti melawan Kolombia.
Dengan modal organisasi permainan yang solid, pertahanan disiplin, serta kepercayaan diri yang tengah meningkat, Swiss kini membawa harapan besar untuk terus melangkah lebih jauh dan mencoba menciptakan kejutan berikutnya di Piala Dunia 2026.
Hashtag : #Swiss #SwissVsKolombia #Kolombia #PialaDunia2026 #WorldCup2026 #AduPenalti #GregorKobel #RubenVargas #MuratYakin #ArgentinaVsSwiss #PerempatFinalPialaDunia #BeritaBola #SepakBolaDunia #ZonaToday #BreakingNews











