- National Chocolate Chip Cookie Day 4 Agustus: Sejarah Kue Legendaris
- Jadwal dan Venue Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Siap Hadirkan Duel Panas Menuju Final
- Kolaborasi KKN UPN Veteran Jatim dan UNIZAR Edukasi PHBS di Lombok Barat
- Semifinal Piala Presiden 2026 Dipastikan Memanas, Empat Tim Terbaik Siap Berebut Tiket ke Final
- 2 Agustus Ada Hari Paranormal, Hari Saudara Perempuan Nasional, hingga Hari Republik Makedonia Utara
- Hari Kanker Paru-Paru Sedunia 1 Agustus: Waspadai Gejalanya, Deteksi Dini Bisa Selamatkan Nyawa
- National Girlfriend Day 1 Agustus: Bukan Sekadar Hari untuk Pasangan, Ini Sejarah dan Maknanya
- UPN Veteran Jatim Hadirkan AI untuk Deteksi Penyakit Daun Kopi di Sumberdem
- Prabowo Tantang Daerah Berlomba Jadi Kota Terbersih, Siapkan Insentif hingga Rp20 Miliar
- ISPA Mengintai di Musim Kemarau, Dokter Imbau Gunakan Masker Saat Polusi dan Debu Meningkat
Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Kebutaan Permanen Usai Disiram Air Keras

Zona Today Jakarta – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, kembali menjadi perhatian publik setelah dokter menyatakan korban mengalami kebutaan permanen pada mata kanan akibat luka berat yang dideritanya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sidang kasus penyiraman air keras yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Dokter spesialis mata Faraby Martha menyebut kerusakan pada mata kanan Andrie Yunus bersifat permanen akibat paparan zat asam secara langsung.
Kasus ini menjadi sorotan nasional karena melibatkan empat prajurit aktif dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang kini telah berstatus terdakwa dan menjalani proses persidangan militer.
- Investigasi Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Masih Berlangsung0
- CR7 Akhirnya Angkat Trofi! Cristiano Ronaldo Bawa Al Nassr Juara Liga Arab Saudi 2025-20260
- Kilas Balik 22 Mei 1998 Reformasi Memasuki Babak Baru0
- Kilas Balik 21 Mei 1998: Hari Lengsernya Soeharto dan Awal Era Reformasi Indonesia0
- Pabrik Semen di Bogor Bocor, Abu Selimuti Permukiman Warga0
## Penyiraman Air Keras Terjadi Usai Aktivitas Advokasi
Andrie Yunus yang dikenal sebagai Wakil Koordinator KontraS menjadi korban penyiraman air keras pada Maret 2026 usai menjalani kegiatan diskusi dan podcast di kantor YLBHI Jakarta. Serangan tersebut menyebabkan luka serius di bagian wajah, mata, tangan, dan dada korban.
Sejak awal, kasus ini mendapat perhatian luas dari publik dan kelompok masyarakat sipil karena dinilai sebagai bentuk kekerasan terhadap aktivis HAM.
Investigasi kemudian berkembang setelah TNI mengumumkan keterlibatan empat anggota BAIS yang diduga menjadi pelaku penyerangan. Mereka masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.
## Empat Prajurit BAIS TNI Jalani Proses Hukum
Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI sebelumnya telah menetapkan keempat anggota BAIS tersebut sebagai tersangka sebelum berkas perkara dilimpahkan ke Oditurat Militer Tinggi Jakarta untuk proses persidangan lebih lanjut.
Dalam perkembangan sidang terbaru, oditur militer menghadirkan saksi ahli medis untuk menjelaskan dampak luka yang dialami korban.
Dokter menyebut paparan zat asam menyebabkan kerusakan berat pada mata kanan Andrie Yunus hingga tidak memungkinkan pemulihan penglihatan secara normal.
## KontraS dan YLBHI Soroti Potensi Impunitas
Pihak KontraS dan tim hukum korban sebelumnya menyatakan keberatan apabila kasus ini sepenuhnya diselesaikan melalui peradilan militer. Mereka khawatir proses tersebut tidak mampu mengungkap aktor intelektual maupun kemungkinan rantai komando di balik aksi kekerasan tersebut.
Sementara itu, pihak TNI menyatakan tindakan para terdakwa dilakukan atas motif pribadi dan bukan bagian dari operasi institusi resmi BAIS TNI.
Meski demikian, sejumlah kelompok masyarakat sipil terus mendesak pengusutan menyeluruh terhadap kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
## Publik Kembali Soroti Perlindungan Aktivis HAM
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kembali memunculkan perhatian publik terkait perlindungan terhadap aktivis HAM dan kebebasan sipil di Indonesia.
Di media sosial, banyak warganet membandingkan kasus ini dengan sejumlah peristiwa kekerasan terhadap aktivis dan pegiat antikorupsi yang pernah terjadi sebelumnya.
Diskusi publik juga berkembang mengenai reformasi peradilan militer, transparansi proses hukum, dan pentingnya perlindungan terhadap kebebasan menyampaikan kritik di ruang demokrasi.
Hingga kini proses persidangan terhadap empat prajurit BAIS TNI masih berlangsung di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Publik menunggu putusan pengadilan sekaligus perkembangan lebih lanjut terkait kemungkinan pengungkapan motif dan pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
### Fakta Singkat Kasus
* Korban: Andrie Yunus (Wakil Koordinator KontraS)
* Bentuk Serangan: Penyiraman air keras
* Dampak: Kebutaan permanen mata kanan
* Terdakwa: 4 anggota BAIS TNI
* Proses Hukum: Sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta
Hashtag:
#AndrieYunus #KontraS #BAISTNI #HAM #AktivisHAM #AirKeras #Keadilan #PengadilanMiliter #Indonesia #BeritaNasional #ZonaToday #HakAsasiManusia #DemokrasiIndonesia











