- Bromo Terbakar Hebat, Menhut Turun ke Lokasi! Ada Apa dengan Gunung Bromo
- Smart Farming Masuk Banyuwangi, UPN "Veteran" Jawa Timur Bantu Gapoktan Tunas Harapan Naik Kelas
- Gunung Bromo Terbakar, Api Meluas hingga 176 Hektare! Wisata Ditutup Total
- Persib Runner-up, Persija Amankan Posisi Ketiga Piala Presiden 2026
- Persebaya Akhirnya Juara Piala Presiden 2026! Sejarah Baru Bajul Ijo Tercipta Lewat Drama Penalti
- Roket SpaceX Tabrak Bulan, Foto Lokasi Tumbukan Muncul! Video Viral Malah Palsu
- Roket SpaceX Tabrak Bulan, Video Viral Ternyata Palsu: Ini Fakta Sebenarnya
- National Chocolate Chip Cookie Day 4 Agustus: Sejarah Kue Legendaris
- Jadwal dan Venue Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Siap Hadirkan Duel Panas Menuju Final
- Kolaborasi KKN UPN Veteran Jatim dan UNIZAR Edukasi PHBS di Lombok Barat
Smart Farming Masuk Banyuwangi, UPN "Veteran" Jawa Timur Bantu Gapoktan Tunas Harapan Naik Kelas

ZONA TODAY BANYUWANGI – Transformasi digital sektor pertanian mulai didorong hingga tingkat desa. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Implementasi Riset (IMRIS) menerapkan teknologi smart farming untuk membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing Gapoktan Tunas Harapan di Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.
Program bertajuk “Implementasi Smart Farming untuk Scale-Up Produktivitas dan Daya Saing Gapoktan Tunas Harapan” tersebut menjadi bagian dari hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Gapoktan Tunas Harapan merupakan kelompok tani produktif yang mengembangkan sejumlah komoditas unggulan, seperti padi, kopi, dan pisang. Komoditas tersebut memiliki peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat Desa Kampunganyar.
Melalui penerapan teknologi digital, program ini diarahkan untuk membantu petani meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki pencatatan usaha tani, serta menghasilkan sistem pengambilan keputusan yang lebih terukur dan berbasis data.
Ketua tim pelaksana, Hendra Maulana, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa konsep smart farming yang dikembangkan tidak berhenti pada penggunaan perangkat teknologi.
“Smart farming kami dorong bukan sekadar memasang sensor di lahan. Teknologi harus menghasilkan data yang dapat digunakan petani untuk memahami kondisi produksi, melakukan pencatatan, serta mengambil keputusan usaha tani secara lebih tepat.”
Pendekatan tersebut menempatkan data sebagai salah satu aset penting dalam pengelolaan pertanian. Petani tidak hanya melakukan budidaya berdasarkan pengalaman, tetapi juga dapat menggunakan informasi kondisi lahan dan catatan produksi sebagai dasar dalam menentukan langkah berikutnya.
Sebelum program diterapkan, Gapoktan Tunas Harapan masih menghadapi sejumlah kendala dalam pengelolaan pertanian. Proses budidaya masih relatif konvensional dan pemantauan kondisi lahan belum memanfaatkan perangkat sensor.
Di sisi administrasi, pencatatan produksi dan keuangan juga masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut membuat data usaha tani belum terdokumentasi secara optimal dan menyulitkan proses analisis ketika pengurus maupun petani harus mengambil keputusan.
Program IMRIS kemudian dirancang untuk menjawab persoalan tersebut melalui pendekatan teknologi yang terintegrasi.
Salah satu teknologi utama yang diterapkan adalah Internet of Things (IoT). Sistem ini memungkinkan penggunaan sensor untuk membantu memantau sejumlah parameter penting di lahan, termasuk kelembaban tanah dan suhu.
Data dari perangkat tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan monitoring dan evaluasi kondisi produksi. Tim juga mengembangkan aplikasi pencatatan produksi, dashboard monitoring, serta sistem manajemen agribisnis digital.
Dengan sistem tersebut, proses pengelolaan pertanian diharapkan menjadi lebih terstruktur. Data yang sebelumnya tersebar dalam pencatatan manual dapat mulai dikonsolidasikan sehingga lebih mudah dipantau dan dianalisis.
Transformasi pertanian tidak hanya bergantung pada perangkat keras dan aplikasi. Karena itu, program ini juga memberikan perhatian besar terhadap kesiapan sumber daya manusia.
Petani dan pengurus Gapoktan Tunas Harapan mendapatkan pendampingan terkait literasi digital, pencatatan produksi, SOP budidaya dan pascapanen, serta pengelolaan usaha tani berbasis data.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat teknologi yang diterapkan dapat digunakan secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah program pendampingan selesai.
Inovasi lain yang dirancang dalam program ini adalah sistem traceability berbasis QR Code. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memberikan identitas digital pada produk pertanian sekaligus meningkatkan kemampuan penelusuran produk dari hulu hingga hilir.
Konsep traceability menjadi semakin penting dalam pengembangan agribisnis modern karena konsumen dan pasar membutuhkan informasi yang lebih jelas mengenai asal-usul serta proses pengelolaan produk.
Dengan adanya sistem digital tersebut, produk dari Gapoktan Tunas Harapan diharapkan memiliki nilai tambah dan dapat lebih siap menghadapi kebutuhan pasar yang semakin mengutamakan transparansi informasi.
Program smart farming ini melibatkan kolaborasi keahlian dari berbagai bidang. Hendra Maulana, S.Kom., M.Kom. dari bidang transformasi digital berperan dalam pengembangan arsitektur teknologi dan sistem smart farming.
Sementara itu, Dita Atasa, S.P., M.P. memberikan kontribusi dalam aspek agribisnis, SOP budidaya dan pascapanen, serta perencanaan produksi.
Dari sisi teknologi informasi dan IoT, Priza Pandunata, S.Kom., M.Sc. dari Universitas Jember turut memberikan dukungan terhadap pengembangan teknologi yang digunakan.
Program ini juga melibatkan dua mahasiswa. Mereka berperan dalam pengembangan aplikasi, instalasi perangkat, pendampingan teknis, pelatihan, dokumentasi hingga evaluasi kegiatan.
Program IMRIS dirancang agar penerapan teknologi tidak berhenti pada pemasangan perangkat. Target yang lebih besar adalah membangun fondasi ekosistem pertanian digital di tingkat desa.
Melalui pemanfaatan data, petani diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya, memperbaiki tata kelola usaha, meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan Desa Kampunganyar.
Jika sistem dapat berjalan secara konsisten, data produksi dan keuangan dapat menjadi dasar evaluasi usaha tani serta membantu kelompok tani melihat perkembangan bisnisnya secara lebih terukur.
Aspek keberlanjutan menjadi salah satu perhatian dalam program ini. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui observasi lapangan, pemantauan penggunaan teknologi, analisis data produksi dan keuangan digital, serta koordinasi antara tim perguruan tinggi, pengurus gapoktan dan pemerintah desa.
Pengetahuan dan teknologi yang telah ditransfer diharapkan nantinya dapat dikelola secara mandiri oleh mitra. Bahkan, sistem yang dikembangkan berpotensi direplikasi kepada kelompok tani lain sehingga manfaat digitalisasi tidak hanya dirasakan oleh satu kelompok.
Implementasi smart farming di Gapoktan Tunas Harapan juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Program PkM IMRIS menjadi salah satu bentuk komitmen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur untuk membawa hasil riset keluar dari lingkungan akademik dan diterapkan pada persoalan nyata di masyarakat.
Implementasi smart farming di Gapoktan Tunas Harapan menunjukkan bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang lebih aplikatif.
Bagi Desa Kampunganyar, transformasi tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan menuju sektor pertanian yang lebih digital, efisien, berbasis data dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, teknologi bukan sekadar alat tambahan bagi petani. Jika dirancang sesuai kebutuhan dan dibarengi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, teknologi dapat menjadi instrumen untuk memperkuat produktivitas, tata kelola dan daya saing ekonomi desa.
Smart Farming untuk Pertanian Banyuwangi yang Lebih Modern
Bukan Sekadar Memasang Sensor di Lahan
Dari Sistem Konvensional Menuju Pertanian Berbasis Data
IoT dan Dashboard Monitoring untuk Pantau Kondisi Lahan
Petani Juga Dibekali Literasi Digital
Produk Pertanian Disiapkan Memiliki Identitas Digital
Kolaborasi Lintas Bidang Jadi Kekuatan Program
Targetnya Bukan Sekadar Digitalisasi, tetapi Ekosistem Pertanian

Sumber : Tim Pengabdian Kepada Masyarakat
Teknologi Diharapkan Bisa Dikelola Secara Mandiri
Selaras dengan SDGs dan Penguatan Ekonomi Desa
UPN Veteran Jatim Dorong Riset Tidak Berhenti di Kampus











