- Santiago Montiel Raih FIFA Puskas Award 2025 Gol Spektakuler Ukir Sejarah Sepak Bola Dunia
- Ousmane Dembele Raih Penghargaan The Best FIFA, Bukti Kebangkitan Bintang PSG
- Hari Juang Kartika TNI AD: Mengenang Semangat Juang Infanteri Penjaga Kedaulatan Bangsa
- Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Pekerja Seks
- Optimisme kontingen Indonesia terus menguat di ajang SEA Games 2025
- Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2025
- Momentum Olahraga & Pesta Olahraga ASEAN
- Mahasiswa Teknik Sipil UPNVJT Magang MBKM di Konsultan Supervisi Proyek Bendungan Karangnongko
- Presiden Prabowo Tekankan Konsolidasi Bantuan dan Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Permanen
- Aceh Kelangkaan BBM dan Air Bersih Lumpuhkan Bantuan, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Ene
Juliana Marins, Pendaki Asal Brasil Meninggal di Rinjani: Kronologi Lengkap dan Polemik Netizen

Zona Today - Juliana Marins, seorang pendaki asal Brasil berusia 26 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah hilang selama empat hari di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (21/6/2025) saat ia mendaki bersama enam rekan, termasuk seorang pemandu lokal.
Kronologi Kejadian
Petaka bermula ketika rombongan tiba di titik Cemara Nunggal sekitar pukul 06.30 WITA. Juliana yang kelelahan meminta untuk beristirahat sejenak. Karena cuaca mulai memburuk dan berkabut tebal, rekan-rekannya memutuskan melanjutkan pendakian, meninggalkan Juliana dengan janji ia akan menyusul.
Namun, Juliana tak kunjung tiba. Ketika rombongan kembali mencarinya, ia sudah tidak berada di lokasi terakhir. Seorang pemandu sempat melihat cahaya dari bawah tebing yang diduga berasal dari senter Juliana. Ia pun segera melaporkan kejadian ini kepada otoritas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
- Hasil Autopsi Ungkap Penyebab Kematian Pendaki Brasil di Gunung Rinjani: Luka Parah Akibat Jatuh0
- Pendidikan Lanjutan IKAPI Jadi Ajang Penguatan Koordinasi Lintas Sektor, Kata Dirjen AHU0
- Kemlu RI Percepat Evakuasi WNI dari Iran Akibat Ketegangan Keamanan0
- Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam, Serukan Semangat Hijrah untuk Indonesia0
- Anwar Ibrahim Sambangi Istana Merdeka, Bahas Perdamaian Global Bersama Prabowo0
Pencarian oleh Tim SAR
Pukul 09.40 WITA, laporan diterima oleh TNGR dan segera dibentuk tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Sayangnya, medan curam dan cuaca ekstrem menghambat pencarian. Bahkan penilaian metode evakuasi pun memakan waktu karena tim harus menunggu pantauan dari helikopter.
Menariknya, seorang turis asal Spanyol secara sukarela menerbangkan drone dan berhasil merekam keberadaan Juliana masih hidup, duduk di lereng sekitar 300 meter dari jalur pendakian. Namun, saat tim penyelamat turun ke lokasi, Juliana sudah tidak lagi terlihat dan tidak merespons panggilan.
Tragisnya Akhir Pencarian
Rekaman drone keesokan harinya menunjukkan Juliana sudah tidak berada di titik awal. Tim SAR melanjutkan pencarian hingga akhirnya, pada Selasa (23/6/2025), jenazah Juliana ditemukan di lokasi lebih dalam dari sebelumnya, diyakini karena ia terjatuh lebih jauh. Evakuasi baru dapat dilakukan setelah cuaca membaik.
Polemik di Media Sosial
Insiden ini menyulut kemarahan netizen Brasil. Mereka menyalahkan lambatnya respon tim SAR Indonesia, serta mengkritik pemerintah yang dianggap kurang tanggap. Di sisi lain, netizen Indonesia membela tim SAR yang telah bekerja maksimal dalam kondisi ekstrem, menegaskan bahwa keterbatasan alam adalah tantangan nyata di lapangan.
Pesan Penting untuk Pendaki
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya persiapan fisik, perlengkapan yang memadai, serta kesadaran terhadap risiko ekstrem saat mendaki gunung seperti Rinjani. Juliana Marins kini telah pergi, namun kisahnya menjadi pelajaran bagi pendaki di seluruh dunia.
Hashtag : #Zona #Today #ZonaToday #zonatoday.com #JulianaMarins #GunungRinjani #PendakiMeninggal #EvakuasiRinjani #SARIndonesia #BeritaZonatoday #NetizenBrasilVsIndonesia #WisataAlam #HikingSafety #ZonatodayNews











