- Juli 2026 Jadi Surganya Pecinta Film! The Odyssey, Moana Live-Action hingga Horor Indonesia
- Mbappe Jadi Penyelamat! Gol Penalti Antar Prancis ke Perempat Final Piala Dunia 2026
- Maroko Hentikan Laju Tuan Rumah Kanada! Singa Atlas Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026
- Tim Debutan yang Hampir Menumbangkan Juara Bertahan Argentina di Piala Dunia 2026
- Persaingan Top Skor Piala Dunia 2026 Memanas! Mbappe dan Messi Berburu, Haaland Terus Mengintai
- Danantara Mulai Bersih-Bersih PT Pos Indonesia, Dugaan Rekayasa Keuangan Terungkap
- Tiga Tuan Rumah Hadapi Ujian Sesungguhnya di 16 Besar Piala Dunia 2026
- Piala Dunia 2026: Wakil Asia Resmi Habis, Mimpi Cetak Sejarah Kembali Pupus di Babak Gugur
- Universitas Garut Kembangkan Website PT Mandraguna Pusaka Indonesia
- Resmi Berlaku 1 Agustus 2026! Pajak Marketplace Mulai Dipungut, Seller Wajib Tahu
Maroko Hentikan Laju Tuan Rumah Kanada! Singa Atlas Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

ZONATODAY.COM – Perjalanan bersejarah tuan rumah Kanada di Piala Dunia 2026 harus berakhir di babak 16 besar. Tim berjuluk Les Rouges gagal melanjutkan langkah setelah dikalahkan Maroko dengan skor meyakinkan 3-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Houston, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat.
Kemenangan ini mengantarkan Maroko kembali mencetak sejarah sebagai negara Afrika pertama yang mampu mencapai babak perempat final Piala Dunia dalam dua edisi secara beruntun. Setelah sukses menembus semifinal pada edisi 2022 di Qatar, Singa Atlas kembali membuktikan bahwa mereka kini menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola dunia.
Kanada Mengawali Laga dengan Percaya Diri
Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, Kanada langsung tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan. Anak asuh Jesse Marsch beberapa kali mampu menekan pertahanan Maroko melalui kecepatan lini sayap dan penguasaan bola yang cukup dominan.
- Tim Debutan yang Hampir Menumbangkan Juara Bertahan Argentina di Piala Dunia 20260
- Persaingan Top Skor Piala Dunia 2026 Memanas! Mbappe dan Messi Berburu, Haaland Terus Mengintai0
- Tiga Tuan Rumah Hadapi Ujian Sesungguhnya di 16 Besar Piala Dunia 20260
- Piala Dunia 2026: Wakil Asia Resmi Habis, Mimpi Cetak Sejarah Kembali Pupus di Babak Gugur0
- Bukan Cuma Sepak Bola! Kuliner di Piala Dunia 2026 Jadi Daya Tarik Baru0
Meski demikian, sejumlah peluang emas yang berhasil diciptakan gagal dikonversi menjadi gol. Absennya kapten sekaligus bintang utama Alphonso Davies akibat cedera membuat penyelesaian akhir Kanada kurang efektif di depan gawang lawan.
Ounahi Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, pertandingan berubah drastis. Maroko yang tampil lebih sabar mulai menemukan ritme permainan dan memanfaatkan setiap peluang yang dimiliki secara maksimal.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50 melalui tendangan Azzedine Ounahi. Berawal dari skema bola mati yang dikirim Achraf Hakimi, gelandang berusia 26 tahun itu melepaskan tembakan akurat dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan penjaga gawang Kanada.
Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan. Kanada yang berusaha mengejar ketertinggalan justru semakin terbuka di lini belakang sehingga memberi ruang bagi Maroko untuk melancarkan serangan balik cepat.
Gol Kedua Mematahkan Perlawanan Kanada
Tekanan Kanada terus berlanjut, namun disiplin pertahanan Maroko membuat peluang demi peluang mampu dipatahkan. Ketika pertandingan memasuki menit ke-82, Ounahi kembali menunjukkan kualitasnya.
Menerima umpan matang dari Brahim Diaz, gelandang Olympique Marseille tersebut sukses mencetak gol keduanya sekaligus menggandakan keunggulan Maroko menjadi 2-0. Gol itu praktis mematahkan semangat juang tuan rumah yang sebelumnya masih percaya diri mampu bangkit.
Menjelang laga usai, penyerang Soufiane Rahimi melengkapi kemenangan Maroko melalui gol pada masa tambahan waktu sehingga skor berubah menjadi 3-0 hingga peluit panjang dibunyikan.
Maroko Tampil Efektif Meski Tak Dominan
Menariknya, kemenangan telak Maroko tidak diraih melalui dominasi penguasaan bola. Justru Kanada lebih banyak mengendalikan permainan, terutama sepanjang babak pertama.
Namun Singa Atlas menunjukkan efektivitas yang luar biasa. Mereka mampu mengubah sedikit peluang menjadi gol, sementara Kanada gagal memanfaatkan sejumlah kesempatan emas yang dimiliki. Efisiensi inilah yang akhirnya menjadi pembeda kedua tim pada laga hidup mati tersebut.
Pelatih Beri Apresiasi kepada Anak Asuh
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, memberikan apresiasi tinggi atas mental bertanding para pemainnya yang tetap tenang meski sempat berada di bawah tekanan tuan rumah.
"Kami menunjukkan karakter yang kuat. Kanada memberikan tekanan besar, tetapi para pemain tetap percaya dengan rencana permainan dan mampu memanfaatkan peluang yang datang," ujar Mohamed Ouahbi usai pertandingan.
Sementara itu, pelatih Kanada Jesse Marsch mengaku kecewa dengan hasil akhir meski tetap bangga terhadap perjuangan para pemainnya.
"Saya tetap bangga dengan tim ini. Kami menciptakan peluang, tetapi Maroko tampil jauh lebih efektif ketika mendapatkan kesempatan," kata Jesse Marsch.
Kanada Pulang dengan Kepala Tegak
Meski tersingkir, perjalanan Kanada tetap layak mendapat apresiasi. Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, mereka berhasil mencatat sejarah dengan meraih kemenangan perdana di fase gugur serta melangkah hingga babak 16 besar untuk pertama kalinya.
Pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi perkembangan sepak bola Kanada yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan signifikan. Dukungan publik yang luar biasa sepanjang turnamen juga menjadi bukti bahwa sepak bola mulai mendapat tempat yang semakin besar di negara tersebut.
Maroko Semakin Layak Disebut Kandidat Juara
Di sisi lain, kemenangan atas Kanada semakin menegaskan status Maroko sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026. Kombinasi pemain berpengalaman seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, hingga Azzedine Ounahi membuat Singa Atlas memiliki keseimbangan di semua lini.
Dengan performa yang semakin konsisten, Maroko kini siap menghadapi tantangan yang lebih berat di babak perempat final. Mereka berharap mampu mengulang, bahkan melampaui pencapaian bersejarah saat menjadi semifinalis pada Piala Dunia 2022.
Hashtag: #Maroko #Kanada #PialaDunia2026 #WorldCup2026 #MarokoVsKanada #AzzedineOunahi #SoufianeRahimi #AchrafHakimi #SingaAtlas #Babak16Besar #PerempatFinal #SepakBolaDunia #BeritaBola #FIFAWorldCup #ZonaToday











