Breaking News
- Kilas Balik Mata Uang Terlemah di Dunia 2026, Rupiah Ikut Jadi Sorotan
- Keistimewaan Puasa Arafah 2026: Lengkap dengan Niat, Waktu Pelaksanaan dan Keutamaannya
- Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas
- Presiden Prabowo Subianto Tentang Idul Adha 2026, Tegaskan Semangat Kepedulian dan Persatuan Bangsa
- Presiden Prabowo Siapkan 1.098 Ekor Sapi Kurban untuk Seluruh Indonesia pada Idul Adha 1447 H
- Wisata Petik Sayur Desa Tembalang Didorong Go Digital, Tim PKM UPN Veteran Jatim dan UNU Blitar
- Penerapan Teknologi pada UMKM Jamu Sari Rempah, Tim PKM UPN Veteran Jatim dan UNU Blitar
- Tim PKM UPN Veteran Jatim dan UNU Blitar Lakukan Pemetaan Wisata Bersama Bumdes Sejahtera Kemirigede
- Hilirisasi Riset dan Transformasi Digital Desa Wisata Perkuat BUMDes Kemirigede
- Gojek dan Grab Resmi Cabut Paket Hemat, Driver dan Penumpang Mulai Khawatir Tarif Naik
Hutan Hujan Tropis Indonesia
Random Video
Pihak Partai Liberal Demokrat pun langsung melontarkan kecaman atas tulisan dari Ward. Juru bicara partai mengatakan bahwa pihak partainya akan menerapkan sanksi terhadap Ward.
Sementara pihak Partai Konservatif yang menguasai koalisi pemerintahan bersama Liberal Demokrat menyatakan Ward harus menarik komentarnya.
"Tidak seharusnya seorang anggota parlemen menulis tindakan yang memicu kekerasan. Tindakannya tidak bertanggung jawab," ucap pihak Konservatif.
Ini bukan pertama kalinya Ward mengecam tindakan Israel. Pada Juli 2013 lalu, Ward menyebut pihak Zionis diambang kekalahan dalam perang. Dirinya pun mempertanyakan sampai kapan negara apartheid seperti Israel bisa bertahan.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
