- PIMNAS 2026 di Semarang, Jangan Lewatkan Wisata Kuliner dan Sejarah Makanan Khas Kota Lumpia
- Cara Menghasilkan Uang dari Canva Tanpa Modal pada 2026, Peluang Bisnis Online untuk Pemula
- Candi Borobudur dan Konser Andrea Bocelli: Benarkah Kawasan Wisata Ditutup untuk Pengunjung?
- Sejarah Peristiwa Halloween: Berawal dari Tradisi Kuno Bangsa Celtic hingga Menjadi Perayaan Populer
- BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan, Meskipun Turun Hujan di Sejumlah Wilayah Karhutla
- Hasil Pemilu Israel 2026 Belum Dapat Dipastikan, Penentuan Kursi Knesset Jadi Sorotan
- UPN Veteran Jawa Timur Dorong Keberlanjutan Desa Ngadisari Bromo Lewat Maskot dan Gim Edukatif
- Bruno Fernandes Patah Hati di MU, AC Milan Mulai Pantau Peluang Transfer
- Makna Sumpah Pemuda bagi Generasi Indonesia Saat Ini: Menjaga Persatuan di Era Digital
- UPN Veteran Jawa Timur Petakan Kondisi Mangrove Pasuruan dengan Citra Satelit dan Analisis Geokimia
PIMNAS 2026 di Semarang, Jangan Lewatkan Wisata Kuliner dan Sejarah Makanan Khas Kota Lumpia

ZONA TODAY SEMARANG – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026 menjadi momentum istimewa bagi Kota Semarang. Selain menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, penyelenggaraan ajang nasional ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta dan pengunjung untuk mengenal kekayaan budaya, sejarah, serta wisata kuliner khas Semarang.
Universitas Diponegoro (UNDIP) dipercaya menjadi tuan rumah PIMNAS ke-39 yang berlangsung pada 2–7 November 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Berdasarkan informasi resmi penyelenggara, kegiatan ini diikuti 420 tim dari 100 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ribuan mahasiswa hadir untuk mempresentasikan gagasan, penelitian, dan inovasi terbaik mereka.
Di tengah padatnya rangkaian kegiatan akademik, menikmati kuliner khas Semarang bisa menjadi pengalaman tambahan yang menarik. Kota yang dikenal sebagai Kota Lumpia ini memiliki beragam makanan tradisional dengan cita rasa khas, mulai dari hidangan gurih, makanan berkuah, hingga jajanan legendaris yang memiliki perjalanan sejarah panjang.
- Cara Menghasilkan Uang dari Canva Tanpa Modal pada 2026, Peluang Bisnis Online untuk Pemula0
- Candi Borobudur dan Konser Andrea Bocelli: Benarkah Kawasan Wisata Ditutup untuk Pengunjung?0
- Sejarah Peristiwa Halloween: Berawal dari Tradisi Kuno Bangsa Celtic hingga Menjadi Perayaan Populer0
- BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan, Meskipun Turun Hujan di Sejumlah Wilayah Karhutla0
- Hasil Pemilu Israel 2026 Belum Dapat Dipastikan, Penentuan Kursi Knesset Jadi Sorotan0
Bagi peserta PIMNAS 2026, dosen pendamping, maupun pengunjung dari luar daerah, mengenal kuliner Semarang bukan sekadar urusan mengisi perut. Wisata kuliner juga menjadi cara sederhana untuk memahami identitas budaya dan kekayaan sejarah masyarakat setempat.
1. Lumpia Semarang, Kuliner Legendaris Hasil Akulturasi Budaya
Berbicara tentang kuliner khas Semarang tentu tidak lengkap tanpa menyebut lumpia. Makanan yang menjadi salah satu ikon Kota Semarang ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan pertemuan budaya Tionghoa dan Jawa.
Mengutip informasi sejarah yang dipublikasikan Radio Republik Indonesia (RRI), perkembangan lumpia Semarang berkaitan dengan pertemuan dua pelaku usaha makanan, yakni Tjoa Thay Joe yang berasal dari Fujian, Tiongkok, dan Wasih, perempuan Jawa yang juga memiliki usaha kuliner.
Keduanya kemudian memadukan karakter masakan masing-masing hingga menghasilkan olahan lumpia dengan cita rasa yang khas. Isian rebung atau bambu muda yang dipadukan dengan bahan lain seperti ayam dan udang menjadi salah satu ciri makanan ini.
Kini, lumpia dikenal sebagai salah satu oleh-oleh favorit wisatawan yang berkunjung ke Semarang. Pengunjung dapat menemukan variasi lumpia goreng maupun lumpia basah dengan karakter rasa dan tekstur berbeda.
Bagi peserta PIMNAS yang baru pertama kali mengunjungi Semarang, mencicipi lumpia bisa menjadi langkah awal untuk mengenal sejarah akulturasi budaya yang berkembang melalui makanan.
2. Tahu Gimbal, Perpaduan Rasa Gurih dan Saus Kacang
Selain lumpia, tahu gimbal juga menjadi salah satu kuliner yang patut dicoba selama berada di Semarang. Hidangan ini menawarkan perpaduan berbagai bahan sederhana yang menghasilkan cita rasa khas.
Satu porsi tahu gimbal umumnya terdiri atas tahu goreng, lontong, kol, tauge, dan gimbal udang. Seluruh bahan tersebut disajikan dengan siraman saus kacang yang memiliki perpaduan rasa gurih dan manis.
Nama gimbal merujuk pada olahan udang berbalut tepung yang digoreng menyerupai bakwan. Teksturnya yang renyah menjadi pelengkap sayuran dan tahu dalam satu hidangan.
Kuliner ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan khas Semarang dengan komposisi bahan yang beragam. Tahu gimbal juga menjadi bagian dari identitas kuliner lokal yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.
3. Nasi Ayam Semarang, Sajian Tradisional dengan Cita Rasa Khas
Pilihan berikutnya adalah nasi ayam Semarang. Hidangan ini menawarkan perpaduan nasi, suwiran ayam, kuah santan, serta berbagai pelengkap yang disajikan dalam satu porsi.
Karakter nasi ayam Semarang terletak pada kuahnya yang gurih dengan sentuhan rasa manis. Beberapa sajian juga dilengkapi telur pindang, krecek, dan sambal sesuai variasi penjual.
Bagi peserta maupun pengunjung PIMNAS yang membutuhkan pilihan makanan mengenyangkan di sela-sela kegiatan, nasi ayam dapat menjadi salah satu alternatif kuliner tradisional yang layak dicoba.
4. Bandeng Presto, Oleh-Oleh Khas Semarang yang Praktis
Semarang juga dikenal dengan bandeng presto, yaitu olahan ikan bandeng yang dimasak menggunakan teknik bertekanan tinggi sehingga durinya menjadi lebih lunak dan dapat dimakan dengan lebih mudah.
Bandeng presto biasanya diolah dengan bumbu yang meresap hingga ke bagian daging. Produk ini banyak dikenal sebagai salah satu pilihan oleh-oleh khas Semarang karena praktis dibawa pulang dengan tetap memperhatikan ketentuan penyimpanan dan pengemasan.
Bagi rombongan mahasiswa yang datang dari berbagai daerah, bandeng presto dapat menjadi alternatif buah tangan untuk keluarga maupun teman di kampus setelah rangkaian PIMNAS selesai.
5. Wingko Babat, Jajanan Tradisional dengan Sejarah Panjang
Jika ingin membawa pulang camilan khas Semarang, wingko babat layak masuk daftar pilihan. Makanan berbahan dasar kelapa, tepung ketan, dan gula ini memiliki tekstur kenyal dengan rasa manis dan aroma kelapa yang khas.
Menariknya, wingko babat juga memiliki catatan sejarah yang terdokumentasi dalam penelitian akademik. Artikel berjudul Intangible Conservation: Keberadaan Wingko Babat Kuliner Khas Semarang Tahun 1946-2019 yang diterbitkan dalam Journal of Indonesian History Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyebutkan bahwa keberadaan wingko babat di Semarang telah tercatat sejak 1946.
Penelitian tersebut juga membahas perkembangan produsen wingko babat serta pentingnya pelestarian makanan tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Dengan demikian, menikmati wingko babat bukan hanya soal mencicipi jajanan tradisional, tetapi juga mengenal salah satu bagian dari perjalanan sejarah kuliner Kota Semarang.
PIMNAS 2026 Jadi Kesempatan Mengenal Semarang Lebih Dekat
Penyelenggaraan PIMNAS ke-39 pada 2–7 November 2026 memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk mengenal Semarang tidak hanya sebagai kota pendidikan, tetapi juga sebagai kota dengan kekayaan budaya dan kuliner.
Berdasarkan agenda yang dipublikasikan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, rangkaian kegiatan PIMNAS mencakup registrasi dan technical meeting, pembukaan, penilaian poster, presentasi karya ilmiah, pameran poster, hingga pemberian penghargaan dan penutupan.
Dengan jadwal kompetisi yang cukup padat, peserta tetap perlu memperhatikan waktu istirahat dan mengatur agenda di luar kegiatan resmi. Menikmati kuliner khas Semarang dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang tanpa mengganggu kewajiban selama mengikuti kompetisi.
Pengunjung juga sebaiknya memperhatikan jarak tempat kuliner dari lokasi kegiatan, waktu operasional penjual, kondisi lalu lintas, serta ketersediaan transportasi sebelum menentukan tujuan wisata kuliner.
Wisata Kuliner, Cara Sederhana Menikmati Kekayaan Budaya Semarang
Setiap makanan khas Semarang memiliki karakter dan cerita tersendiri. Lumpia menggambarkan pertemuan budaya Tionghoa dan Jawa, tahu gimbal menawarkan perpaduan bahan lokal dengan saus kacang, sedangkan wingko babat memperlihatkan bagaimana makanan tradisional dapat bertahan dan berkembang lintas generasi.
Momentum PIMNAS 2026 menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk memperluas pengalaman di luar ruang kompetisi. Selain bertukar gagasan, memperkenalkan inovasi, dan membangun jejaring antarkampus, mereka juga dapat mengenal potensi budaya serta kekayaan kuliner daerah yang menjadi tuan rumah.
Jadi, bagi peserta PIMNAS 2026 maupun siapa pun yang sedang berkunjung ke Kota Semarang, jangan lupa menyempatkan diri menikmati kuliner khasnya. Sebab, perjalanan ke Semarang akan terasa lebih lengkap ketika tidak hanya membawa pulang pengalaman akademik, tetapi juga cerita dan kenangan dari kekayaan kuliner Kota Lumpia.
Sumber referensi: Media Center PIMNAS ke-39 UNDIP, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, RRI – Sejarah Lunpia Semarang, dan Journal of Indonesian History UNNES – Sejarah Wingko Babat.
Hashtag : #PIMNAS2026 #KulinerSemarang #WisataKulinerSemarang #LumpiaSemarang #TahuGimbal #WingkoBabat #WisataSemarang #ZonaToday











